| barando | tentang kotogadang | buku tamu | kirim artikel | download | webmail | contact | controlpanel |
 
   Barando
Tentang Kotogadang
Letak Geografis
Demografi
Foto Udara

   Interaktif
Download
Rubrik
About Us
Web Links

   Pemerintahan Nagari
Bamus Nagari
Wali Nagari
MAMAS
MUNA
LPMN
Peraturan Nagari

   Organisasi Kemasyarakatan
Yayasan Kotogadang
Yayasan Amai Setia
PKK
IIKG
PPKG
PKS (Padang)
Mudo Sakato
Kantikandano
Aua Malambai

   Ninik Mamak Penghulu Nan XXIV
Suku Guci/Piliang
Suku Koto
Suku Caniago
Suku Sikumbang

   Nagari Pusako
Konsep Nagari Pusako
Jelajah Nagari
Deklarasi
Green Map
BPPNKG
Peta tata ruang

   Galeri Foto
Bentang Alam
Kerajinan tangan
Kotogadang Tempo Dulu
Arsitektur
Mesjid Tapi paska gempa
Keadaan bangunan paska gempa
Pengungsi
Ngarai Sianok runtuah
Masjid Tapi tempo doeloe

   Statistik

   FAQ

   Buletin Nagari
Hutan Ulayat
Kawasan Pusaka
Bisnis dan Ekonomi
Seni dan Budaya
Agama
Event
Kaba Kampuang
Kaba Rantau
Tokoh

   Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
*harus diisi

   Statistik Web
  Visitors : 826080 visitors
  Hits : 121703 hits
  Month : 577 users
  Today : 39 users
  Online : 3 users

   Sindikasi Berita





 


   Chatting
Enter Chatroom
Nick Name:

   


TRADISI IDULFITRI DI KOTO GADANG ALAH PUNAH
Jumat, 15 Mei 09 - oleh : admin

Pulang disaat hari Raya Idul Fitri masih merupakan hal yang sangat diinginkan dan di dambakan bahkan di idam-idamkan oleh anak Nagari Kotogadang yang berada di rantau. Bagi mereka YANG PERNAH MERASAKAN HIDUP DAN TUMBUH di Nagari Kotogadang ini akan merupakan kenangan yang sangat indah, bagaimana dulu mereka bisa tumbuh dan bergembira bersama disaat hari yang suci itu datang. Bagaimana orang-orang yang punya kepentingan dan mengemban AMANAH di Nagari kecil itu berusaha menciptakan suasana yang semarak dan indah bagi anak kemenakan mereka khusus nya dan anak nagari pada umumnya.
Bagaimana seluruh perangkat Nagari berusaha berbuat hal-hal yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Bahkan warisan nenek moyang tersebut sampai saat ini masih ada CERITANYA.
Mulai dari Batarewai, acara Pencak silat dan Randai serta hiburan-hiburan lainnya yang bisa menjadi Anak Nagari yang di kampung maupun yang sengaja pulang dari rantau bisa merasakan dengan berkumpul di Tapi sambil menonton dan bersilaturahmi satu sama lainnya. Alangkah indah dan sangat berkesan sekali kenangan tersebut.
Namun itu hanya tinggal CERITA LAMA, sewaktu memasuki kampung yang penuh menyimpan kenangan itu pada 2 (dua) syawal atau tepatnya lebaran ke dua… Alangkah tersentak nya dan terguncangnya perasaanku.
Tidak ada hiasan pucuak anau di gerbang nagari ataupun di pintu mau naik Balai Adat itu lagi , tidak ada gaba-gaba yang nampak di pasang dipinggir jalan ataupun di tangah tapi di dekat balai adat tanda anak Nagari tengah bersyukur dan bersuka cita. Tidak ada tanda-tanda kalau hari ini orang di Kotogadang tengah ber Idul fitri.
Kecuali yang terlihat bendera Partai beberapa buah dan warna cat Tapi yang sudah berganti menjadi kuning.
Dari pagi itu memasuki kampung terasa makin menjadi keanehan yang merasuki diri menerima kenyataan ini, untuk bisa mendapat informasi yang lebih pasti dan jelas maka dihubungilah St.Mancayo yang sudah lebih dulu berada di Kotogadang. Jawaban beliaupun menambah rusuah hati.
Setelah bersilaturahmi sesaat dan kami dari Padang langsung meminta untuk bertemu dengan BAMUS (Badan Musyawarah) NAGARI KOTOGADANG.
Walau rencana pertemuan itu sudah disusun jauh-jauh hari sebelum lebaran, ternyata kami dari pengurus PKS (Persatuan Kotogadang Saiyo) PADANG diterima oleh 3 (tiga) orang dari BAMUS antara lain : Bpk.Bahril Ilmi (Wakil Ketua BAMUS), Bpk.Yusbar (Sekreretaris BAMUS) serta seorang anggota BAMUS dari Sutejo.
Pertemuan yang digagas ini dan diharapkan bisa mendatangkan hasil positif secara langsung saat itupun tidak mendapatkan hasil apa-apa.
Sedih sekali menerima kenyataan ini, lembaga yang menjadi tumpuan terakhir bagi Anak Nagari inipun sudah lumpuh. Sangat disayangkan berita yang kami dapatkan. Kalau selama ini belum ada satupun masyarakat Kotogadang membuat pengaduan ke BAMUS, sementara kejadian di Kotogadang udah banyak dan terlihat langsung oleh mata.



Timbul pertanyaan BODOH ....Rapat yang terdengar selalu dilakukan dengan Walinagari selama ini membicarakan apa saja ? kalau Cuma rencana dan cerita saja yang dicatat di Buku Notulen dan disimpan dalam lemari, itu hanya menghabiskan waktu dan energi saja.
Menyikapi dan menanggapi masalah yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat disaat Idul fitri berlangsung saat ini pun BAMUS tidak bisa memberikan keputusan dan kepastian bersikap.
Akhir dari Rapat Dengar pendapat yang kami lakukan, hanya tercatat dalam buku Notulen yang dijanjikan nantinya akan dibicarakan dengan Walinagari nantinya.
Diujung rapat para Anggota Bamus lainnya berdatangan, seperti Wakil dari Bundo Kanduang, Tuangku Manghudum Dari Gantiang dan satu lagi wakil dari Sutejo.
Selesai Rapat dengan Bamus, malam nya kembali terjadi pertemuan dengan parewa-parewa yang katanya dulu pernah tidur, begadang dan punya TAPI.
Pembicaraan mangkin hangat disaat St.Mancayo menelp Walinagari untuk mintak bertemu di Tapi. Para pemuda yang duduk berkelompok-kelompok disudut TAPI tadi mulai menyatu. Bahkan suasana terasa sangat dingin ketika Walinagari dan ketua Pemuda serta pengurus PPKG mulai saling keluarkan pendapat dan uneg-uneg.
Garah kudo kalua, hati buliah paneh tapi kapalo tetap harus dingin ..Akhir pembicaraan... disepakati untuk membuat TAPI semarak kembali dan setuju untuk mengadakan GOTONG ROYONG besok pagi.
Seluruh marawa akan dipasang dan pucuak anau untuk gerbang akan dibuat serta 4 (empat) buah Batang Pinang akan diadakan untuk penutupan Hari Raya dihari minggunya .Tepat jam 00 tengah malam kami bubar untuk pulang kerumah masing-masing, sudah terasa embun mulai menempel dimuka dan tangan, namun dingin nya tidak terasa karena ada kehangatan di dada menerima hasil pertemua ini.
Ternyata yang cinta kampung ini masih ada dan masih berani berbicara dan langsung berbuat, terbukti dengan Gotong Royong dipagi harinya dihadiri langsung oleh para pemuda dan terlihat juga para punggawa-punggawa Tapi yang dulu pernah aktif di zaman nya bahkan Inyiak Rusdi (adik Bong ALM) ikut ambil bagian.
Semua membaur dan menyatu dan bekerja dengan penuh semangat dan NIAT yang tulus tanpa pamrih. Berharap apa yang diperbuat hari ini bisa membuat anak-anak dan para perantau yang membawa pulang kaluarganya bisa merasakan kegembiraan ber Idul fitri dikampung seperti yang pernah KAMI ALAMI DAN KAMI RASAKAN WAKTU KECIL DULU.
Terbersit suatu rasa dalam hati, Ternyata beginilah Dulu para pendahulu kami berbuat untuk Anak dan Nagari ini, Sementara kami menyia-nyiakan nya. Betapa malunya kami yang memegang AMANAH untuk Nagari Kotogadang ini sementara tidak ada berbuat apa-apa untuk generasi sekarang.
Maafkan lah kami Tuhan .... yang tidak bisa menciptakan KENANGAN yang indah bagi anak-anak dan Nagari Kotogadang seindah seperti yang pernah Kami alami dulu dimasa kami Kecil dikampung tercinta ini.

Khusus Bagi yang memegang AMANAH terhadap Nagari Kotogadang
Kok lai bapadi maampolah, kok lai ba HATI Marasolah
Ttd, Sarok Tapi

  kirim ke teman |   versi cetak


Ada 7 komentar tentang artikel ini :

arti punco
Jumat, 05 Juni 09 - oleh : sumando
Kamus bahasa minangkabau tahun 1935 diusahan oleh m.thaib.st pamuntjak terbitan balai pustaka halaman 188 arti punco adalah ujungkayu yang dimasukan besi bundar,kedua anjing dengan warna putih diujung ekornya.Silahkan koreksi.

Tanggung jawab basamo
Jumat, 05 Juni 09 - oleh : RG.st.sinaro
kato bajawek gayuang basambuik. menanggapi pintak rang Mudiak, semua karajo dan kegiatan di 1 syawal dst nyo tadi merupakan tanggung jawab kito basamo. tolonglah baco tulisan ambo tentang AMANAH. disitu akan nampak seluruhnyo. ndak mungkin orang-orang yang manarimo amanah di kampuang tidak tau,kini yang jadi masalah mau atau tidak mereka menjalankan AMANAH yang mereka terima? tapi sudahlah mari samo-samo kito nan memang namuah bakarajo untuak kampuang tu tagak kamuko untuak menjalankan rencana tu nanti. Ambo pribadi salut dengan kebersamaan abang-abang ambo dan generasi ambo yang dengan bangga dulu untuak melaksanakan Tradisi tadi. apo masih ado pemuda Kotogadang yang peduli? buktikan dengan perbuatan bukan dengan perkataan. Saya tunggu kehadiran rang mudiak dalam menyambut lebaran depan.

tolong
Jumat, 05 Juni 09 - oleh : rang mudiak
tolong tolong yo lah di bang alan untuk ma arahkan nyo supayo tradisi nan taralah tu bisa dilaksanakan baliak bulih nak tahulo nan mudo mudo kini tentang tradisi di satu syawal tu di koto gadang, klu kini tahu nyo nampak di ambo cuma berorgen sajo, klu lebaran tahun kapatang diambo sangait taraso baa dingin nyo suasana pas satu syawal tu.

arti PUNCO
Sabtu, 30 Mei 09 - oleh : rimbo balai gdg
punco.. ikua nyo bakaluak, dipaburuan bakaja lai tapi masuak ka bangkai indak. bahkan acok babaliak plg dalam kajaran.satangah jalan liau lah babelok arah. kok tibo diurang nan saromanko yang babahayo, dalam parang acok dihukum tembak. karano pengecut dan sering berkhianat. kalau maotai urang dan manilai nyo nomor satu. tapi karajo nyo ndak pernah salasai bahkan acok tabangkalai. start nyo bisa tapi masuak finis ndak pernah. itu namonyo PUNCO

Kepedihan Mendalam
Rabu, 27 Mei 09 - oleh : Carano
Sungguh sedih hati membaca tulisan ini.. Hampir menitik air mata ini..
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Tidak terbayang lagi, apabila nanti orang yg tua-tua telah pergi mendahului kita, lalu tinggallah anak cucu kita, apa yg akan terjadi? Apakah kotogadang hanya tinggal nama? Jangan sampai...

Mari kita bersama-sama berbuat, jgn hanya komentar...

Pasti berubah
Senin, 25 Mei 09 - oleh : Punco
Yang pasti adalah perubahan.Suka atau tidak suka kondisi KG pasti berubah. Sebagai orang Minang kita harus menerima perubahan.Sekali aia gadang tapian barubah.Mandi ditapian lama adalah mimpi. Mobilitas penduduk,sarana komukasi,era informasi membuat KG cepat berubah.
Soal BAMUS yang tak ada prestasinya suatu hal yang mengejutkan. Heran juga orang sekaliber Nusirwan Acang, Rudy felial tidak berbuat apa apa untuk KG. Kalau untuk anggota lainnya bisa dimaklumi.

ikut prihatin
Kamis, 21 Mei 09 - oleh : rang rantau
ambo sbg anak koto gadang ikuit marasokan mulai ilangnyo tradisi barayo dikampuang. dulu ambo juga ikuit manari dipentas. malam takbiran tu babuko basamo di tapi. paginyo ikuit di balai manyiapkan kue jo minum utk urang batarewei. kini ndak ado lai do yg sarupo itu ...panutuit rayo manjek batang pinang bakumpua awak sambia basilaturahmi. kama painyo urang2 yg peduli ... mudah2an msh ado yg peduli jo kemewahan rayo dikampuang tu ..

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
   Pencarian

cari di  
 

   Jajak Pendapat
Setujukah anda Kotogadang masuk wilayah Kota Bukittinggi?.

Setuju
Tidak Setuju


   Top Download
Peraturan Nagari No. 04 Tahun 2002 (2222)
Peraturan Nagari No. 05 Tahun 2002 (1956)
Peraturan Nagari No. 02 Tahun 2002 (1854)
Peraturan Nagari No. 03 Tahun 2002 (1591)
The History of Sumatra (1316)
Peraturan Menteri Agraria Nomor 5 Tahun 1999 (1311)
Laporan Bencana Gempa Bumi Kab. Agam (1216)
Perda Prop. Sumatra Barat No. 09 Tahun 2000 (1207)
Peraturan Pemerintah no. 84 tahun 1999 (1068)

   Link Terbaru
Suaro Kotogadang
[Added: 30-Jun-2008]
Minangkabau.Info
[Added: 02-Mar-2008]
Cimbuak.net
[Added: 02-Mar-2008]
Melayu Online
[Added: 02-Mar-2008]
Pemerintah Kota Bukittinggi
[Added: 02-Mar-2008]
Situs Resmi HKI
[Added: 06-Feb-2008]
EraMuslim
[Added: 24-Mar-2007]
West Sumatra
[Added: 05-Sep-2006]
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata
[Added: 22-Aug-2006]
Pemerintah Propinsi Sumbar
[Added: 05-Aug-2006]
Tampilkan situs Anda di sini.
» Tambah link baru
» Browse link

   Artikel Terakhir
Kalender Kotogadang 2011
berita acara serah terima web
Kepengurusan Persatuan Kotogadang Saiyo Padang
BANYAK BABUEK SAKETEK MANGICEK
IKO BARU CURITO
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un
R E N U N G A N

   Buku Baru!
Adat Istiadat Kotogadang
Edisi perdana Oktober 2005 Penyusun : Heratina Mahzar
Hubungi : Ibu Hera, tlp. +62 752 31044.

Pakaian Tradisional Kotogadang
Edisi perdana Oktober 2005
Penyusun : Sita Dewi Razni, Mity J. Juni, Rebecca Dahlan.Penerbit : Yayasan Kerajinan Amai Setia
Hubungi: Ibu Sita Razni Tlp. +62 811 144123

   Mailing List
Gabung di milis kotogadang
Powered by: asia.groups.yahoo.com

   Forum Diskusi
Komunitas Kotogadang

 

Powered by SeniRupa.Net. Kotogadang © 2006, Pemerintah Nagari Kotogadang bekerjasama dengan SeniRupa.Net