| barando | tentang kotogadang | buku tamu | kirim artikel | download | webmail | contact | controlpanel |
 
   Barando
Tentang Kotogadang
Letak Geografis
Demografi
Foto Udara

   Interaktif
Download
Rubrik
About Us
Web Links

   Pemerintahan Nagari
BPRN
Wali Nagari
MAMAS
MUNA
LPMN
Peraturan Nagari

   Organisasi Kemasyarakatan
Karang Taruna
PKK
Yayasan Kotogadang
Yayasan Amai Setia
IIKG
Kanti Gandano
PKS Padang
Mudo Sakato

   Ninik Mamak Penghulu Nan XXIV
Suku Guci/Piliang
Suku Koto
Suku Caniago
Suku Sikumbang

   Nagari Pusako
Konsep Nagari Pusako
Jelajah Nagari
Deklarasi
Green Map
BPPNKG
Peta tata ruang

   Galeri Foto
Bentang Alam
Kerajinan tangan
Kotogadang Tempo Dulu
Arsitektur
Mesjid Tapi paska gempa
Keadaan bangunan paska gempa
Pengungsi
Ngarai Sianok runtuah
Masjid Tapi tempo doeloe

   Statistik

   FAQ

   Buletin Nagari
Hutan Ulayat
Kawasan Pusaka
Bisnis dan Ekonomi
Seni dan Budaya
Agama
Event
Kaba Kampuang
Kaba Rantau
Tokoh

   Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
*harus diisi

   Statistik Web
  Visitors : 76709 visitors
  Hits : 28266 hits
  Month : 668 users
  Today : 34 users
  Online : 3 users

   Sindikasi Berita





 


   Chatting
Enter Chatroom
Nick Name:

   


Banyak Pihak Kecewa Rohana Gagal Jadi Pahlawan Nasional
Rabu, 14 Nopember 07 - oleh : admin

PADANG- Gagalnya Rohana Koeddoes menerima anugrah pahlawan nasional tahun ini, orang yang paling kecewa adalah Basril Basyar, ketua PWI Sumatera Barat.

Bagaimanapun, perjuangannya bersama PWI dan Himpunan Wanita Karya (HWK) sebuah organisasi wanita menyelenggarakan seminar Rohana Koeddoes bulan Mei lalu seolah tak ada artinya.

”Saya adalah orang yang paling kecewa. Sangat kecewa. Kami sudah mencoba maksimal memenuhi persyaratan yang seharusnya diajukan agar Rohana bisa diusulkan sebagai pahlawan nasional. Sepertinya semua persyaratan sudah kami penuhi. Termasuk rekomendasi dari segala lapisan masyarakat. Tapi kurangnya dimana lagi?” ucap Basril balik mempertanyakan.

Selain Basril, Dra Yasnida Syamsuddin, anggota DPRD kota Padang yang juga ikut terlibat dan tunggang langgang saat penyelenggaraan seminar, jadi patah arang. Padahal semangat juangnya ketika menyeminarkan Rohana termasuk tinggi bahkan bisa disebut luar biasa.

”Saya tidak tahu kenapa Rohana gagal jadi pahlawan nasional. Kami dengan panitia sudah mempersiapkan semua persyaratan. Bahkan ketika diminta kajian ilmiah, panitia pun sebetulnya juga mendukung. Tapi kenapa bisa gagal?” kata Yasnida sama terheran dengan Basril Basyar.

Ditambahkan Yasnida, ketika usulan dan berkas-berkas yang harus dilengkapi panitia seperti dimintakan Depsos sudah lengkap, selengkap-lengkapnya. Hanya saja, permintaan Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) yang dinilai mengada-ada dengan keharusan melakukan kajian ilmiah, masih tanda tanya dalam pikiran Yasnida.

”Kajian ilmiah itu seperti apa? Apakah seminar tidak sebuah kajian ilmiah? Kenapa MSI menuntut kajian ilmiah lagi?” kata Yasnida melepaskan unegnya.

Sedangkan bagi Sastri Bakry, ketua HWK yang menjadi motor dalam pelaksanaan seminar Rohana Mei lalu, menilai untuk sebuah perjuangan dalam waktu singkat mengusulkan Rohana sudah cukup. Tapi kenyataan ini sangat mengecewakan karena tidak sebanding dengan apa yang telah diperbuat Rohana .

” Apakah pahlawan itu harus militer? Lagian kita tidak tahu alasan penolakannya dengan pasti. Karena saat terakhir sudah oke dan saya diminta depsos mengirimkan foto rohana. Kita sudah kirim. Kalau tidak kita penuhi mungkin kita paham. Tapi kita tunggang langgang menyiapkan foto permintaaan mereka tapi penolakan mereka juga tidak ada,” jelas Sastri.

Bagaimanapun, sejarah tetap mencatat. Rohana adalah pahlawan bagi masyarakat Sumatera Barat. Tak ada orang Minangkabau yang tak tahu dengan kiprah Rohana. Kerja keras dan bukti nyata telah memberikan hasil bagi Kotogadang yaitu Amai Setia. (nit)

Sumber: www.padangmedia.com

  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
   Pencarian

cari di  
 

   Jajak Pendapat
Bagaimana isi dan tampilan web ini?

Sangat Bagus
Bagus
Cukup
Kurang
Sangat Kurang
Tidak Tahu


   Top Download
Peraturan Nagari No. 05 Tahun 2002 (1063)
Peraturan Nagari No. 02 Tahun 2002 (1031)
Peraturan Nagari No. 04 Tahun 2002 (1019)
Peraturan Nagari No. 03 Tahun 2002 (914)
Peraturan Menteri Agraria Nomor 5 Tahun 1999 (715)
The History of Sumatra (699)
Perda Prop. Sumatra Barat No. 09 Tahun 2000 (678)
Laporan Bencana Gempa Bumi Kab. Agam (667)
Peraturan Pemerintah no. 84 tahun 1999 (602)

   Link Terbaru
EraMuslim
[Added: 24-Mar-2007]
BN Fans Club
[Added: 03-Mar-2007]
West Sumatra
[Added: 05-Sep-2006]
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata
[Added: 22-Aug-2006]
Pemerintah Propinsi Sumbar
[Added: 05-Aug-2006]
Pemerintah Kabupaten Agam
[Added: 24-Jul-2006]
Masjid Raya Sumbar
[Added: 14-Jul-2006]
keajaiban alq qur
[Added: 17-May-2006]
SAINS POPULER ISLAMI
[Added: 16-May-2006]
Sekolah Menengah Seni Rupa
[Added: 12-May-2006]
Tampilkan situs Anda di sini.
» Tambah link baru
» Browse link

   Artikel Terakhir
Berita Duka
Banyak Pihak Kecewa Rohana Gagal Jadi Pahlawan Nasional
Suksesnya Pencairan Bantuan Korban Gempa Tergantung Kebenaran Data
Bupati Agam Aristo Munandar Bicara Potensi Daerah, Kampung Memproduksi, Rantau Memasarkan
Dari Pertemuan Pembahasan Pemekaran Kabupaten Agam, Perjuangkan Pemekaran Kabupaten Agam (II)
Dari Pertemuan Pembahasan Rencana Pemekaran, Kabupaten Agam Menuju Terbentuknya Kabupaten Agam Tuo
Pemekaran Kota Bukittinggi Masih Wacana

   Buku Baru!
Adat Istiadat Kotogadang
Edisi perdana Oktober 2005 Penyusun : Heratina Mahzar
Hubungi : Ibu Hera, tlp. +62 752 31044.

Pakaian Tradisional Kotogadang
Edisi perdana Oktober 2005
Penyusun : Sita Dewi Razni, Mity J. Juni, Rebecca Dahlan.Penerbit : Yayasan Kerajinan Amai Setia
Hubungi: Ibu Sita Razni Tlp. +62 811 144123

   Mailing List
Gabung di milis kotogadang
Powered by: asia.groups.yahoo.com

 

Powered by SeniRupa.Net. Kotogadang © 2006, Pemerintah Nagari Kotogadang bekerjasama dengan SeniRupa.Net